Tawuran sma 6 vs sma 70

Asal Muasal Arit FR Diselidiki Polisi

Kompas.com - 09/10/2012, 01:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mapolrestro Jakarta Selatan telah melayangkan panggilan terhadap 17 saksi perkelahian pelajar SMAN 70 dan SMAN 6, Senin (24/9/2012), yang menewaskan siswa SMA N 6, Alawy Yusianto Putra. Pemanggilan tersebut bertujuan untuk memperoleh perbandingan dengan kronologi yang diperoleh dari Fitra Ramadhani (FR) alias Doyok (19) selaku tersangka dalam kejadian tersebut.

Dalam salah satu keterangannya, FR pernah menyebut bahwa arit yang digunakan untuk membacok Alawy diperoleh dari seorang temannya yang berinisial HS. Pihak kepolisian pun menyatakan akan mengadakan penyidikan mengenai peran HS.

"Tentunya HS juga akan kami mintai keterangan. Bukan tidak mungkin HS juga termasuk dalam 17 siswa yang dipanggil," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (8/10/2012).

Namun saat ditanya kemungkinan jerat pidana untuk HS, Rikwanto belum bisa memberi jawaban tegas.

"Mengenai pasal yang akan dikenakan ke HS, pihak kepolisian masih harus menyinkronkan keterangan, baik dari FR maupun dari saksi-saksi lain. Meski begitu ada kemungkinan HS dikenaki Undang-Undang Darurat," ucap Rikwanto.

FR hingga saat ini masih ditahan di Mapolrestro Jakarta Selatan. Ia terancam dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 351 Ayat 3 mengenai Penganiayaan, Pasal 170 mengenai Pengeroyokan, dan Pasal 338 mengenai Pembunuhan.

Dengan usia yang sudah menginjak 19 tahun, ia pun terancam menjalani pidana biasa karena UU Perlindungan Anak sudah tidak berlaku bagi dirinya.

Berita lain terkait dapat diikuti di topik Tawuran Berdarah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau